Pemanfaatan Pembelajaran Media Digital Pada Era 4.0

Pendidikan ialah proses mengubah tingkah laku peserta didik agar menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan alam sekitar dimana individu itu sendiri berada. Pendidikan tidak hanya mencakup pengembangan intelektualitas saja, melainkan juga lebih menekankan pada proses pembinaan kepribadian peserta didik secara menyeluruh sehingga anak dapat lebih dewasa. Pada dasarnya pendidikan merupakan usaha manusia (pendidik) dengan penuh tanggung jawab untuk mendidik dan membimbing anak-anak menjadi dewasa.

Menurut undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan menyatakan bahwa Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Kemajuan suatu bangsa tak hanya sekedar dilihat dari segi ekonomi saja melainkan dari segi pendidikan juga. Tidak hanya perbaikan namun peningkatan kualitas pendidikan juga wajib dikembangkan guna menghadapi tantangan zaman dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih. Karena tanpa adanya peningkatan pada kualitas dan penyeimbangan dalam dunia pendidikan itu sendiri hanya akan menimbulkan permasalahan-permasalahan baruyang nantinya akan menjadi suatu beban untuk negara seperti contohnya permasalahan pengangguran dari kurang produktifnya suatu pendidikan.

Membicarakan terkait kualitas pendidikan, pada masa lampau dalam proses belajar mengajar guru merupakan satu-satunya sumber belajar. Kegiatan belajar mengajar cenderung masih tradisional yang masih berpusat pada guru saja. Kualitas pendidikan juga tidak dapat dilepaskan dari proses pembelajaran di ruang kelas. Pembelajaran di ruang kelas mencakup dua aspek penting yaitu pendidik dan peserta didik. Pendidik mempunyai tugas mengajar dan peserta didik belajar. Mengajar ialah membicarakan sesuatu kepada seseorang atau sekelompok orang dengan maksud agar mereka mengetahui atau mengerti apa yang telah dijelaskan oleh guru kepada peserta didik. Sedangkan belajar dapat diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku melalui interaksi antara individu dengan lingkungannya (Hamalik, 1990:4).

Perlu disadari bahwa pembelajaran itu merupakan suatu system, yang di dalamnya terdapat sejumlah komponen yang saling berhubungan satu sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan. Beberapa komponen tersebut meliputi: (1) tujuan, (2) bahan/materi ajar, (3) metode, (4) alat/media dan, (5) evaluasi (Ali, 1992:30). Karena pembelajaran merupakan suatu system maka keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh sejauh mana efektifitas tiap-tiap komponen tersebut berinteraksi. Media termasuk pada salah satu komponen dalam sistem itu, yang  mempunyai fungsi sebagai penghubung informasi dari satu pihak kepada pihak yang lainnya. Sebagai salah satu komponen sistem, media jelas harus ada dan juga harus dimanfaatkan di dalam setiap pembelajaran. Dikatakan demikian karena jika salah satu komponen itu tidak ada maka hasil yang diperoleh tidak akan maksimal.

Dalam dunia pendidikan, kata media disebut media pembelajaran. Istilah media berasal dari Bahasa Latin yaitu “ medius” yang berarti tengah, perantara atau pengantar. Secara lebih khusus, media pembelajaran yaitu segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan ataupun informasi pada proses belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan minat belajar pada peserta didik.                                  Mengutip pada Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo, media pembelajaran adalah segala bentuk alat komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dari sumber ke peserta didik secara terencana, sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana peserta didik dapat melakukan proses belajar secara efisien dan juga efektif.                                                                                                  

Menurut Gagne dan Briggs (1975) mengatakan bahwa media pembelajaran mencakup alat-alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi dari bahan ajar.Berdasarkan pengertian atau pendapat dari para ahli, disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan alat yang digunakan dalam proses belajar mengajar untuk menyampaikan pesan, ide ataupun gagas berupa bahan ajar kepada peserta didik.

Terkait dengan efektivitas penggunaan media dalam proses pembelajaran, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1992:79) menegaskan bahwa penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat membangkitkan minat dan motivasi belajar peserta didik, mengurangi atau menghindari terjadi adanya verbalisme, membangkitkan nalar yang teratur, sistematis, dan untuk menumbuhkan pengertian dan mengembangkan nilai-nilai pada diri peserta didik. Penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, sebagai cara atau alat bantu yang digunakan dalam proses pembelajaran, serta membangkitkan motivasi belajar. Hal tersebut dilakukan untuk merangsang pola pembelajaran agar proses pembelajaran berhasil dan juga kegitan belajar mengajar dapat efektif untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Di samping itu, pengunaan media pembelajaran sangat penting karena secara langsung dapat menyingkat waktu. Artinya, pembelajaran dengan menggunakan media dapat menyederhanakan masalah terutama dalam menyampaikan hal-hal yang baru dan tentunya asing bagi peserta didik. Untuk itulah guru sudah seharusnnya dapat memilih media yang tepat dan sesuai agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Peranan media dalam proses pembelajaran sangat membantu ketika guru tidak dapat menjelaskan suatu materi secara jelas dengan lisan.

Dari beberapa hal yang diuraikan diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran sangat penting untuk meningkatkan minat belajar siswa sekolah dasar. Dapat dikatakan bahwa penggunaan media ternyata berpengaruh terhadap proses pembelajaran di ruang kelas, yaitu dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran, dan dapat menciptakan suasana belajar yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan (PAIKEM). Dikatakan demikian sebab dengan alat bantu mengajar siswa akan lebih terangsang untuk belajar secara aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Selain itu penggunaan alat bantu mengajar dapat pula merangsang anak-anak untuk mengemukakan pertanyaan dan paling tidak dapat memberi respon yang positif terhadap proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru di ruang kelas.

Perkembangan teknologi sekarang ini telah banyak menunjukan perkembangan yang luar biasa. Dengan semakin pesatnya perkembangan pada dunia teknologi, tentunya era pendidikan akan terpengaruh oleh revolusi industry 4.0 yang memanfaatkan teknologi digital dalam proses pebelajaran yaitu dikenal dengan system siber ( cyber system) dan mampu membuat  proses belajar mengajar berlangsung tanpa batas ruang dan batas waktu. Jika pembelajaran sebelumnya itu hanya berpusat pada guru, untuk saat ini pembelajaran telah beralih menjadi berpusat pada peserta didik. Banyak dari sektor kehidupan yang telah menggunakan keberadaan dari teknologi itu sendiri, salah satunya yaitu dari sektor pendidikan. Kehadirannya juga telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Demikian halnya dengan teknologi komunikasi yang merupakan peralatan perangkat keras dlm struktur organisasi yang mengandung nilai social yang memungkinkan indiviu dapat mengumpulkan, memproses dan saling tukar informasi.

Penulis : Khairil Insaani Mindinil Islami (Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto)



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama