Perbandingan Pelajaran Agama Di Berbagai Sekolah

Sudah tidak bisa dipungkiri bahwa sekolah menjadi favorite untuk orang tua mengirim anak nya untuk menimba ilmu akan tetapi kadang kala orang tua yang mengirimkan anaknya ke sekolah hanya menginginkan anaknya pintar dalam hal nilai saja dan tidak peduli apakah anaknya sudah memahami adab-adabnya atau malah belum disamping itu juga ada juga orang tua yang meyekolahkan anak nya ke tempat pelajaran agamanya sedikit lantaran tergiur dengan sekolah yang menjanjikan spp free alias gratis dan ada juga orang tua yang memprioritaskan sekolah yang embel-embel bergengsi lah atau yang sekolah katanya sering juara  dan akhirnya menyekolahkan anaknya ke sekolah itu tanpa tahu di sekolah tersebut ada mata pelajaran agama nya atau tidak dan apakah di sekolah tersebut diajarkan tentang adab-adab yang dimana sekolah tidak hanya mengajarkan pelajaran duniawi saja namun juga pelajaran agama mau budi pekerti yang baik juga diajarkan didalam sekolah tersebut

Pada zaman  sekarang banyak jenis-jenis sekolah yang bisa ditemui seperti sekolah formal maupun non formal dan orang tua juga bebas memilih dimana mereka akan menyekolahkan atau memberikan anak pengetahuan yang dimana para orang tua tidak mampu atau tidak ahli di bidangnya seperti Anak yang belajar angka memang orang tua bisa mengajari anaknya dengan hitung-hitungan sederhana akan tetapi dalam hal yang lebih mendalam lagi maka orang tua tidak mampu mengajari anaknya lagi maka mau tidak mau para orang tua harus memasukkan anaknya kedalam sekolah dan jika orang tua tersebut ada yang kaya atau berkemampuan lebih yang ingin anaknya belajar lebih intensif maka bisa dilakukan dengan cara memberikan kepada si Anak les atau bimbel yang dimana si orang tua mendatangkan guru yang ahli dalam bimbel atau bisa merekrut guru dengan kualifikasi tertentu dengan tigkat efektif belajar yang sangat tinggi karena yang belajar hanya beberapa anak saja atau bahkan hanya 1 anak saja akan tetapi resiko bagi si anak adalah kurang bersosialisi dengan anak seumurannya atau bahkan tidak punya teman di dalam usia si anak tersebut .

Sekolah formal yaitu sekolah yang dimana berisikan guru dan siswa baik berjumlah dua atau lebih dan terdapat sarana prasarana penunjang agar diharapkan kegiatan pembelajaran dapat siswa rasakan dengan tenang nyaman dan kondusif dan di dalam sekolah berisikan kepala sekolah yang dimana seseorang memegang sebuah jabatan yang bertanggung jawab menjalankan roda kehidupan pembelajaran sekolah yang dimana didalam sekolah mencakup pembelajaran dan juga tidak hanya pembelajaran akan tetapi juga ada kegiatan ekstrakurikuler maka dari itu tugas kepala sekolah lebih berat dibanding guru biasa karena seorang guru hanya bertangggung jawab mengajarkan anak pelajaran dan melaporkan hasil pembelajaran siswa kepada kepala sekolah akan tetapi kepala sekolah bertanggung jawab seluruh yang ada didalam sekolah tersebut karena seorang kepala sekolah juga harus melapor pertanggung jawaban selama dia mimpin di sekolah tersebut kepada.

Bupati atau pemerintahan kabupaten tersebut lalu didalam sekolah tersebut yang harus ada setelah kepala sekolah yaitu TU yang dimana para TU diamanahkan untuk bekerja untuk membantu meringankan tugas kepala sekolah dalam mengurusi hal-hal keuangan maupun adminsitrasi sekolah karena tidak mungkin untuk seorang kepala sekolah bisa mengurus semua hal di dalam sekolah baik itu mengurusi keuangan sekolah maupun administrasi Sekolah dan selanjutnya yang harus ada setelah kepala sekolah dan tu adalah wakil kepala sekolah karena kepala sekolah disamping sibuk tidak bisa mengurusi satu persatu permasalahan yang ada di sekolah maka membentuk wakil kepala sekolah adalah pilihan yang tepat dalam mengurus permasalahan yang dimana kepala sekolah tidak bisa mengurusnya atau tidak mengetahui permasalahan diluar sepengetahuan dia

Kadang wakil kepala sekolah jabatannya bisa bervariasi ada yang menjabat wakil kepala sekolah dibidang humas dan ada juga wakil kepala sekolah dibidang kurikulum atau yang menangani kurikulum atau yang berkaitan  dengan pendidikan da nada juga yang wakil kepala sekolah yang menjabat dibidang kesiswaan yang dimana wakil kepala sekolah bidang kesiswaan sering berkoordinir dengan Guru Bimbingan Konseling atau yang disingkat BK dan berikutnya yang harus ada di dalam sekolah yaitu para guru,disini guru haruslah orang yang yang mempunyai aspek-aspek tertentu  atau kepribadian individu yang pada umumnya dan adapun aspek atau kepribadian individu yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu terdiri dari aspek jasmaniah, intelektual, social, dan emosional yang dimana dengan adanya semua aspek-aspek kepribadian individu seorang guru diharapkan bisa membentuk kepribadian yang unik dan memiliki ciri khasnya masing-masing dan guru dalam islam mempunyai peran yaitu orang dewasa yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didiknya dengan upaya mengembangkan seluruh potensi peserta didik sebagai sebuah potensi afektif atau bahasa lainnya rasa, kognitif (cipta), ataupun psikomotorik didalam diri siswa

Banyak para tokoh yang mendeskripsikan tentang guru menurut mereka  penjabaran tentang guru sesuai penafsiran masing-masing , 1. Menurut Djamrah seorang Guru adalah orang yang memberikan Ilmu pengetahuan kepada siswanya dan guru adalah orang yang melaksanakan pendidikan ditempat-tempat tertentu seperti masjid dan tempat istirahat atau yang biasa kita kenal gazebo dan juga bisa juga rumah-rumah 2. Menurut KBBI atau Kamus besar Bahasa Indonesia mendefinisikan seorang guru yaitu sebagai orang yang pekerjaanya (mata pencahariannya ,profesinya )mengajar 3. Menurut Dri Atmaka definisi guru yaitu orang yang bertanggung jawab memberikan pertolongan kepada Anak didik dalam perkembangan baik jasmani maupun rohaninya agar diharapkan sang anak didik bisa mencapai tingkat kedewasaan dan mampu berdiri sendiri  memenuhi tugasnya sebagai makhluk Tuhan , Makhluk social dan makhluk individu yang mandiri 3. Menurut Husnul Chotimah yaitu guru adalah orang yang memfasilitasi proses peralihan ilmu pengetahuan dari sumber belajar ke peserta didik 

4. Menurut Noor Jamaluddin menjabarkan pengertian guru sebagai pendidik sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab untuk memberikan bimbingan atau bantuan kepada siswa dalam pengembangan tubuh dan jiwa untuk mencapai kematangan , dan mampu berdiri sendiri serta dapat melaksanakan tugasnya sebagai Khalifah Allah di muka Bumi , sebagai makhluk social dan individu yang mampu berdiri sendiri 5. Menurut Ahmadi Pengertian Guru adalah sebagai peran pembimbing dalam melakasanakan proses belajar mengajar,menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa merasa aman dan berkeyakinan bahwa kecakapan dan prestasi yang dicapai mendapat penghargaan dan perhatian sehingga dapat meningkatkan motivasi berprestasi siswa 6. Menurut Drs.Moh.Uzer Usman pengertian guru adalah setiap orang yang bertugas dan berwenang dalam dunia pendidikan dan pengajaran pada lembaga pendidikan formal, yah memang kebanyakan semua orang sepakat tentang arti guru yang pada umumnya yaitu guru haruslah orang yang mampu memahami tugas-tugasnya dan mampu memberikan pemahaman yang ia punya kepada anak didiknya dengan demikian seorang guru tidak hanya mempunyai ilmu saja yang disimpan akan tetapi harus juga disebarkan sehingga ilmunya bisa bermanfaat bagi orang banyak dan juga bisa menjadi pahala jariah yang dengan ilmu yang ia ajarkan bisa terus diamalkan dan disebarluaskan yang mana jika ilmu yang ia ajarkan terus menerus diamalkan oleh orang lain maka orang yang mengajarkan mendapatkan pahala terus menerus juga disebabkan ilmu yang ia ajarkan kepada orang lain karena di dalam Islam terdapat haidts yang menerangkan bahwa orang yang mengajarkan ilmu nya kepada orang lain maka baginya pahala yang terus mengalir berikut bunyi hadits tersebut yang menerangkan amalan yang yang pahala nya mengalir terus antara lain “Apabila anak adam ada yang meninggal maka terputuslah semua kecuali 3 amalan yaitu sedekah jariah yang dimana ketika ketika kita menginfakkan harta kita berupa benda atau bangunan yang bisa digunakan banyak orang maka pahala nya di hitung sepanjang bangunan atau benda tersebut digunakan lalu yang kedua ada ilmu yang bermanfaat yang tadi saya paparkan jika ada seorang guru yang mengajarkan suatu kebaikan atau ilmu lalu kemudian orang tersebut mengamalkan dan mengajarkan apa yang diajarkan nya dlu maka pahala yang mengajarkannya dulu terus menerus mengalir kepadanya dan lalu yang ketiga ada Do’a anak sholeh  semua tokoh juga sepakat bahwa guru haruslah menjadi garda terdepan dalam memberikan contoh perilaku sopan santun maupun dalam hal lainya

Dan menjadi Guru tidaklah mudah apalagi Guru Agama sebab banyak yang perlu diperhatikan syarat-syarat untuk menjadi seorang guru yang baik maka menurut Imam Ghazali dalam Rusydie dikatakan bahwa ada beberapa syarat yang harus dimiliki oleh seorang Guru. Di antaranya adalah1. Cerdas maka seorang guru yang diserahi jabatan oleh kepala sekolah dalam mendidik  maka haruslah cerdas  yang dimana cerdas tidak hanya akal akan tetapi juga cerdas dalam hal akhlak sehingga dengan mempunyai kemampuan tersebut maka guru dapat mengajar muridnya dengan benar dan mendalam dan juga mampu menjadi contoh sikap maupun kepribadian yang baik kepada muridnya. 2. Penuh Kasih saying , dan syarat yang kedua ini harus lah dimiliki oleh seorang guru dan jika hal tersebut tidak ada maka yang bisa dapat oleh guru hanya halangan saja dalam memberikan  pemahaman pelajaran dan teladan dengan baik dan bagi anak didik yang didapat hanya rasa ketakutan saja dan bisa jadi si anak tersebut menjadi sakit hati dikarenakan tidak ada rasa penuh kasih sayang guru kepada anak didiknya, maka dengan penuh kasih sayang guru ketika mengajar kepada anak didiknya maka akan tercipta situasi yang kondusif bagi anak didik untuk semakin giat dan rajin belajar 

3. Niat untuk ibadah menurut Imam Ghazali mengatakan bahwa mengajarkan ilmu itu pada dasarnya merupakan kewajiban bagi orang yang memiliki ilmu pengetahuan. Maka itulah guru dengen pengerrtian dan syarat dan lainnya maka itulah guru. Dan kemudian yang ada di sekolah yaitu sarana prasarana yang mendukung pembelajaran baik akademi maupun non akademi  baik berupa kelas yang memadai maupun Lapangan untuk kegiatan non akademik  dan kemudian yang ada di sekolah yaitu karyawan yang dimana dalam karyawan ada yang berfokus dalam membersihkan gedung dan membersihkan sampah maupun lainnya  dan selanjutnya yang harus ada di dalam sekolah yaitu siswa  dimana siswa adalah anak didik yang bersiap menerima ilmu dan pengetahuan maka menurut saya penting untuk siswa memahami pelajaran dengan baik apalagi pelajaran agama nya dan agama tidak hanya semata-mata hanya Cuma diajarkan saja baik didalam kelas maupun diluar kelas namun juga perlu praktek dalam sehari-hari agar diharapkan sang anak mampu mampu memahami dengan baik dan juga dapat mengamalkan apa yang telah dipelajarinya di sekolah dalam kehidupan sehari-hari dan dalam mempelajari agama tidak cukup hanya dalam dua jam sehari atau dalam waktu yang singkat maka dibutuhkan waktu yang lama agar mudah dipahami dan tidak salah dalam penafsiran sehingga melakukan perbuatan yang selama ini dianggap benar namun ternyata salah dan tidak ada anjuran atau amalan yang dicontohkan dalam agama, maka harusnya sekolah bisa memberikan waktu jam lebih untuk pelajaran agama

Sekolah formal di Indonesia ada berbagai macam jenis seperti  Sekolah Negri dan sekolah swasta. Dan sekolah Negri dan swasta terdapat perbedaan yang mencolok yaitu di dalam pelajaran agamanya. Di dalam sekolah Negri Hanya terfokus dengan Pendidikan umum saja sehingga untuk pendidikan agama masih banyak kurang seperti pendidikan agama yang hanya diberikan waktu 2 jam saja dalam seminggu maka ini jelas-jelas dalam hal pendidikan agama banyak yang kurang terfokuskan akibatnya banyak anak sekolah yang menyimpang dari jalur-jalur agama yang dimana banyak anak-anak zaman sekarang yang kebanyakan dari sekolah Negri atau umum banyak melakukan perbuatan yang dilarang meskipun ada sedikit dari anak swasta yang notabene nya banyak pelajaran agamanya dalam agama seperti  berpacaran,mabuk-mabukan,tawuran , berzina dan durhaka kepada orang tua dan guru maka kita tidak boleh menyalahkan guru agamanya atas apa yang telah terjadi kepada murid sekolah tersebut karena hal itu juga disebabkan kurangnya waktu untuk benar mendalami pelajaran agamanya sendiri di dalam sekolah negri tersebut maka jika para orang tua yang menginginkan nilai atau akademik anak yang bagus maka sekolah negri merupakan solusi yang bagus karena di sekolah negri hanya mementingkan pengetahuan umum saja.

Sebaliknya jika para orang tua ingin memasukkan anaknya kedalam sekolah agar bertujuan sang anak mendapat ilmu agama yang banyak dan bagus maka pilihan untuk memasukkanya ke dalam sekolah Negri maka itu merupakan pilihan yang salah disamping jam belajar untuk agama yang sangat sedikit ditambah Sekolah Negri yang hanya focus akademik keduniawian maka untuk belajar mendalami agama untuk Sekolah Negri kurang tepat. Dan kemudian sekolah Swasta terdapat beberapa jenis yang diketahui seperti MA Aliyah muhammadiyah,MA Aliyah NU dan pondok didalam sekolah swasta ini yang notabene nya bukan pondok mempunyai pelajaran agama yang sangat banyak , tidak hanya mempelajari ilmu pelajaran umum saja akan tetapi juga mempelajari agama islam bedanya kalau di Negri pelajaran agama hanya satu yaitu mata pelajaran “Agama Islam dan budi pekerti” yang dimana hanya sedikit materi yang dibuat sebagai contoh di dalam sekolah ada pelajaran agama yang namanya Akidah akhlaq dan fiqih maka di pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti ini hanya dimuat materi-materi dasar saja maka dari itu menurut saya pelajaran agama di sekolah negri ini masih kurang lengkap. 

Di dalam sekolah swasta ini seperti yang sudah dijelaskan di atas selain mempelajari pelajaran umum tetapi juga mempelajari pelajaran agama juga dan baiknya pelajaran agama tidak hanya 1 yang dipelajari namun banyak materi yang bisa dipelajari lebih mendalam seperti :Akidah Akhlaq , Fiqih, Alquran dan hadits dan lain-lain maka menurut saya bagi orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya ke sekolah yang sedikit banyaknya pelajaran agama maka pilihan sekolah swasta adalah merupakan pilihan yang tepat karena apa? Karena sekolah tersebut ingin anaknya siswa nya agar bisa mendapatkan ilmu yang seimbang baik ilmu pengetahuan dunia maupun ilmu pengetahuan agama bahkan apa yang tidak diajarkan di tempat sekolah negri maka di sekolah swasta diajarkan  sebenarnya menuntut ilmu dimanapun juga boleh dan sah-sah saja bahkan orang yang menuntut ilmu dijalan Allah SWT maka baginya derajat yang tinggi di sisi Allah SWT dan Bahkan Allah sendiri memerintahkan dan mewajibkan agar setiap orang muslimin untuk selalu mencari ilmu bahkan kalau perlu untuk mencari ilmu sangat disarankan meninggalkan kampong halaman untuk mencari ilmu yang baru dan banyak pepatah arab yang kalimatnya berisikan tentang keutamaan atau perintah lainya seperti اَلْعِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلاَ ثَمَرٍ  yang artinya ilmu tidak diamalkan maka seperti pohon tanpa buah dan juga pepatah lainya mengatakan  اَلْعِلْمُ صَیْدٌ وَالْكِتَابَةُ قَیْدُهُ قَیْدُهُ قَیِّدْ صُیُوْدَكَ بِالْحِبَالِ الْوَاثِقَةِ

Yang artinya ilmu itu ibarat buruan dan tulisan ibarat tali maka ikatlah buruanmu(Ilmu) dengan kuat dan. Kemudian ada sekolah formal swasta berbasis pondok pesantren ,di Indonesia sekarang banyak pondok pesantren yang berdiri dan tentu setiap pondok banyak jenisnya ada yang menawarkan program dengan boarding school dan ada juga yang menawarkan dengan program hafalan quran atau yang biasa kita kenal pondok tahfidzul Qur’an da nada juga yang menawarkan dengan program boarding school plus dengan program tahfidzul qur’an dan pondok-pondok tersebut menawarkan kepada wali santri tentang program apa saja yang ada di pondok tersebut dan program unggulan yang dimiliki oleh pondok tersebut dan tentunya bagi para wali murid atau orang tua yang ingin anaknya bisa menimba ilmu agama yang lebih maka memasukkan anaknya kedalam pondok pesantren merupakan pilihan yang tepat tentu para orang tua harus memperhatikan kemampuan anaknya dalam menerima suatu ilmu yang banyak atau tidak karena dengan melihat kemampuan sang anak kita bisa memilih sekolah mana yang akan dimasuki oleh sang anak tersebut tetntu setiap sekolah formal ada plus minus yang harus diperhatikan oleh para orang tua siswa agar nanti nya tidak ada penyesalan yang disebabkan salahnya memilih sekolah. 

Di dalam sekolah sekolah negri para orang tua harus tau jika di sekolah negri fokus mereka tidak dengan pelajaran agama nya yang dimana pelajaran agama di sekolah negri hanya ada satu pelajaran agama saja yakni pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi pekerti  yang dimana jika di sekolah swasta pelajaran agama nya terdapat berbagai macam pelajaran seperti Aqidah Akhaq , Al-qur’an dan Hadits , Fiqih dan lain-lain maka pelajaran itu semua digabung dan dipilih dasar-dasarnya saja dan lalu kemudian dimasukkan kedalam sebuah mata pelajaran yaitu Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti atau yang biasa disingkat PAIBP dan tentunya di sekolah negri hanya sedikit program-program keislamanya seperti hanya berprogram sholat dzhuhur berjama’ah dan lalu mungkin ada organisasi yang bergerak dalam bidang keislaman dan tidak ada program keislaman lainnya yang mungkin seperti yang ada di sekolah swasta seperti mengadakan sholat dhuha rutin dan kemudian ada juga program tahfidz qur’an atau menghafal Alqur’an yang tidak dimiliki oleh sekolah negri Akan tetapi yang menjadi nilai plus sekolah negri disamping biaya sekolah yang murah tentu pelajaran akademik nya lebih unggul daripada sekolah swasta dan mungkin selain bidang akademik seperti ekstrakurikuler juga lebih unggul dari sekolah swasta. 

Lalu selanjutnya ada sekolah swasta didalam sekolah swasta sebenarnya tidak banyak perbedaan yang mencolok dengan sekolah Negri akan tetapi juga ada perbedaan didalam kedua sekolah tersebut , di sekolah swasta yang misal Mi Muhammadiyah ada beberapa program dan pelajaran yang berbeda dan bahkan mungkin tidak ada didalam sekolah negri yang diantaranya jika kita melihat di sekolahan swasta terdapat sebuah pelajaran agama yang dimana pelajaran agama tersebut tidak hanya satu melainkan mempunyai banyak cabang seperti al’quran dan hadits yang didalamnya mempelajari hadits yang benar dan membaca Alqur’an dan lalu ada pelajaran Akidah Akhlaq yang dimana para siswa mempelajari tauhid dengan benar dan lalu ada pelajaran fiqih membahas tentang tata cara dan adab dengan benar di dalam Islam dan lalu ada pelajaran yang namanya SKI(Sejarah Kebudayaan Islam) yang isi pelajarannya membahas tentang sejarah islam dan tokoh-tokoh islam yang berjasa menyebarkan agama islam dan juga ada pelajaran tajwid atau cara membaca Al-qur’an dengan benar ,disamping banyak pelajaran agama yang ada di sekolah swasta ada beberapa program yang ada di sekolah swasta yakni sholat dhuha kita tahu bahwa sholat dhuha ini merupakan sholat sunnah memang tak apa jika kita tidak melakukan sholat dhuha maka tidak berdosa bagi kita karena rasulullah SAW sendiri bersabda hukum melaksanakan sholat dhuha adalah sunnah maka pahala bagi yang mengerjakan dan bagi yang tidak mengerjakan tidak ada dosa baginya maka ini penting sekali agar kita tau bahwa membiasakan anak sholat sunnah maka diharapkan sang anak mampu membiasakan diri untuk melaksanakan sholat sunnah kecil ini yang dimana banyak sekali orang-orang yang tidak mengerjakan sholat sunnah dhuha ini padahal sholat dhuha ini sendiri mempunyai ruang khusus di sisi Rabbul Alamin Allah SWT yang dimana Allah akan memberikan pahala yang berlipat ganda dan juga Allah akan membangunkan rumah bahkan istana di surge bagi hamba yang mau menjalankan sholat dhuha dengan ikhlas dan penuh mengharapkan ridha dari Allah SWT .

 Dan lalu di sekolah swasta terdapat program tahfidz qur’an yang dimana para siswa nya menghafal Al-qur’an ya walupun dalam menghafal tidak ditargetkan semua juz yang ada di Al-qur’an seperti di MI Muhammadiyah yang para siswa nya ditargetkan hanya menghafal juz 30 saja . Dan kemudian ada sekolah berbasis pondok pesantren,yang dimana pondok pesantren merupakan tempat yang ingin mempelajari agama secara lengkap dan juga jika pondok tersebut juga memiliki program tahfidz qur’an yang dimana para siswa nya tidak hanya belajar pelajaran umum saja dan belajar agama namun juga bisa melakukan hafalan Al-qur’an karena ketika ada orang yang masuk ke pondok maka wajib tidak boleh membawa HP kedalam pondok , dan pondok pesantren berfokus untuk memberikan pemahaman agama yang lebih daripada sekolah-sekolah di luar pesantren dan juga pondok pesantren juga menitikberatkan dalam hal beribadah di dalam pondok sendiri mempunyai aturan yang harus dijalankan oleh santri yang dimana jika para santri melakukan hal tersebut bisa membawa dampak positif bagi siswa atau santri itu sendiri contoh ketika pondok pesantren menyuruh dan membuat aturan agar para santrinya selalu melakukan sholat wajib 5 waktu maka akan berdampak positif bagi dirinya sendiri yang dimana ketika selalu mengerjakan sholat 5 waktu maka dikemudian hari ia akan terbiasa melakukanya tanpa harus disuruh oleh orang lain maka menurut saya jika orang tua yang ingin memahamkan anaknya tentang agamanya secara lebih maka pondok merupakan solusi

Lalu mana yang terbaik bagi para orang tua dan yang ingin pemahaman agamanya lebih ,mana yang lebih baik dalam hal belajar agama apakah sekolah negri yang hanya mempelajari agama dengan sedikit waktu yang diberikan dan juga dengan sedikit program keislaman yang dapat menyebabkan terkadang anak kurang dalam memahami agamanya sendiri , lalu apakah dengan sekolah swasta yang notabene nya dalam hal pelajaran agama nya bisa berbagai macam pelajaran agamanya dibandingkan dengan sekolah Negri dan dengan banyaknya program keislaman seperti sholat duha dan tahfidz qur’an dan lain sebagainya dan kemudian apakah dengan pondok yang dimana belajar agama di pondok maka lebih intensif dan lebih banyak lagi varian pelajaranya , maka tentunya bagi kita lebih teliti lagi dan lebih selektif lagi dalam hal memilih sekolah yang terbaik untuk anaknya yang dimana ada sisi positif dan negative yang akan terjadi jika bersekolah di sekolah tersebut misal pondok pesantren yang merupakan tempat belajar agama yang paling efektif ternyata juga mempunyai sisi negative juga dan sisi negative itu dilihat dari sudut pandang murid itu sendiri jika sang anak mempunyai otak yang kurang mampu lalu kemudian sang anak dimasukkan kedalam pondok pesantren maka akan sulit untuk memahami pelajaran pondok yang begitu banyak apalagi ditambah dengan hafalan yang banyak juga tapi apabila ada anak yang otak nya mampu lalu kemudian orang tuanya boleh-boleh saja memasukkanya kedalam pondok pesantren maka ini penting hal-hal yang harus diperhatikan oleh para orang tua akan tetapi balik lagi dengan pilihan masing-masing apakah orang tua ingin memasukkan anak kedalam sekolah dengan tujuan anak bisa memahami agama nya atau orang tua memasukkan anaknya ke sekolah yang hanya fokus dengan pelajaran akademik saja karena dengan belajar memahami agamanya itu artinya bahwa orang tersbut dicintai oleh Tuhanya yaitu Allah swt karena orang yang dicintai oleh Allah maka akan dipahamkan untuknya pemahaman agama

Penulis :Hanief Mujahidullah MF (mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto)



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama