Sejarah Peradaban Islam di Thailand

Thailand atau secara resmi Kerajaan Thaialand biasa disebut juga Muengthai, atau Siam, atau negara gajah putih, terletak di Asia tenggara yang berbatasan dengan Kamboja di arah timur, Myanmar di arah barat, dan Malaysia di sebelah selatan. Thailand berarti negeri yang merdeka karena memang Thailand merupakan negeri di asia tenggara yang tidak pernah dijajah oleh kekuasaan Barat atau negara lain. Thailand memiliki penduduk yang berjumlah kurang lebih sekitar 70 juta orang, dan telah diinformasikan oleh Kantor Statistik Nasional bawah di Thailand ini adalah negeri yang mayoritasnya beragama Budha (93.46%), Islam (5.37%), Kristen (1.13%), dan sisanya adalah agama lain.

Jadi bisa disebut juga bahwa Muslim di Thailand ini adalah agama yang berjumlah minoritas. Penduduk muslim Thailand sebagian besar berdomisili di bagian selatan Thailand seperti provinsi Songkhla, Pattani, Naratiwat dan provinsi lainnya yang berbatasan dengan Malaysia, oleh karena itu penduduk muslim di Thailand itu kebanyakan yang dari suku Melayu, Baik bahasa maupun budaya masih mempertahankan gaya tradisional Melayu. Namun, Muslim di Thailand bukan hanya tentang muslim Melayu saja. Thailand terdiri dari Muslim dari berbagai daerah dan etnis. Untuk alasan ini Jadi saya telah mengumpulkan informasi tentang sejarah peradaban Islam di Thailand.

Islam sudah ada di Thailand sejak awal mula penyebaran Islam dari Jazirah Arab di asia tenggara. Hal ini bisa kita lihat dari fakta sejarah, seperti Lukisan kuno yang menggambarkan Bangsa Arab di Ayutthaya salah satu provinsi di Thailand dan juga keberhasilan bangsa arab dalam mendirikan Daulah Islamiyah Pattani menjadi bukti bahwa Islam sudah ada lebih dulu sebelum Kerajaan Thailand. Menurut bukti sejarah, dianggap bahwa Ini adalah awal dari hubungan antara kerajaan Thailand dengan masyarakat Islam. Dan dalam hubungan seperti itu akan ada banyak hubungan, misalnya di Thailand bagian selatan saat itu Penguasa kota-kota itu adalah Muslim. Bukan orang Thailand yang beragama Buddha atau semacamnya. Adapun urusan lain, itu bisa disebut kebebasan penuh pemerintahan sendiri.

Lebih dari itu, penyebaran Islam di kawasan asia tenggara merupakan satu kesatuan dakwah Islam dari Arab di masa Khalifah Umar bin Khattab. Meski tidak diketahui secara pasti daerah mana yang lebih dulu didatangi oleh utusan dakwah dari Arab, akan tetapi secara historis, Islam sudah menyebar di beberapa kawasan Asia tenggara sejak lama di Malakka, Aceh, Nusantara dan sebagainya termasuk daerah melayu yang ada di daerah selatan Thailand. Secara garis besar, masyarakat muslim Thailand berbagi menjadi 2 yaitu masyarakat muslim imigran ( pendatang ) dan masyarakat muslim asli.

Arab-Persia

Orang Persia telah memperdagangkan porselen mereka sejak 1.200 tahun yang lalu, sedangkan orang-orang Arab telah terlibat di Thailand sejak 1.100 tahun yang lalu. Sejarah Muslim di Thailand ada bukti bahwa Muslim telah datang untuk tinggal di Ayutthaya ( sebuah kerajaan Thailand ), tampaknya menurut catatan kuno bahwa Ada orang yang disebut "Khaekthes" yang menetap di bagian barat Ayutthaya, di mana umat Islam mendirikan rumah mereka di dalam kota. Arti kata "Khaekthes" ini adalah masyarakat Islam yang memiliki beberapa orang asing dari negara-negara Arab dan beberapa dari Iran atau Persia dan kemudian mereka datang untuk menetap untuk melakukan perdagangan dan pada akhirnya menjadi warga Thailand.

Pada masa Kerajaan Ayutthaya, Syeikh Ahmad yaitu seorang Persia, beliau telah membantu usaha kerajaan Ayutthya untuk meningkatkan pelayanan departemen kelautan, membuat pekerjaan kemajuan terutama dalam bidang perdagangan dengan pedagang dari negara lain, oleh karena itu beliau diangkatkan oleh raja Ayutthaya sebagai syeikhul islam atau pemimpin besar masyarakat muslim di Thailand yang pertama. Beliau menetap di Thailand dan juga membangun sebuah masjid yang disebut "Kudee Thong".

Kemudian ada juga seorang Persia penting lainnya yang datang untuk menetap di Songkhla (sebuah daerah di Thailand). Orang Persia ini adalah seorang Muslim Sunni bernama "Tuan Mogul", beliau yang ingin memisahkan Songkhla mengundurkan diri secara independen dari Kerajaan Ayutthaya pada masa pemerintahan Raja Prasat Thong dan menetapkan dirinya sebagai "Sultan Sulaiman zah".

India-Pakistan-Bangladesh

India, yang kemudian terpecah menjadi Pakistan dan Bangladesh. Ini adalah kelompok lain yang datang untuk berdagang dan menetap di Thailand. Muslim India ada pula Syiah dan Sunni. Meraka berkumpul untuk membentuk komunitas tertentu atau dengan menikahi Muslim lain yang ada di Thailand.

Cham-Khmer

Cham dan Khmer adalah kebangsaan yang berbeda. Karena Cham adalah campuran antara Khmer asli, India, Melayu, Cina, dll. Cham menetap di Ayutthaya pada masa pemerintahan Raja Naresuanmaharaj salah satu raja dari kerajaan Ayutthaya dan datang untuk melayani sebagai tentara sukarelawan. Tampaknya ada Muslim lain yang muncul di istana kerajaan Ayutthaya yang disebut "Asacham" (relawan Cham). yaitu muslim yang bermigrasi dari Kamboja kemudian bergabung sebagai "Asacham", alasan masuknya imigran ke Thailand adalah karena invasi dari Vietnam (Ratchanee Sadprem, 1978:18). Ketika ada perang antara Thailand dengan Myanmar "Asacham" adalah kekuatan penting dalam perang melawan musuh Thailand. Beberapa yang selamat dari perang bermigrasi ke Sungai Chao Phraya (sungai utama bagi kota pusat Ayutthya). dan menetap di Thailand.

Jawa-Melayu

Adapun Muslim Pattani, yang oleh penduduk setempat dikenal sebagai "Khaek Pattani", mereka cenderung mencari nafkah di pertanian dan perdagangan. (Prayoonsak Chalaydecha, 1996:21). Masyarakat muslim pada periode Kerajaan Ayutthaya mendirikan rumah di daerah-daerah besar, ratusan ribu rumah serupa. Adapun Muslim dari Indonesia Dari pulau yang disebut "Pulau Makassar" atau "Makkasan" dalam bahasa Thailand, rumah-rumah yang tersebut terletak di tepi barat Sungai Chao Phraya. Ini adalah bukti sejauh yang saya tahu. Tunjukkan bahwa periode Ayutthaya ada Muslim yang menetap di Phra Nakhon (Bangkok timur) dan di sekitar kota itu banyak.  Masyarakat Muslim itu mereka juga berperan dalam membuat sejarah Thailand terjadi.” (Prayoonsak Chalaydecha, 1996:3) Oleh karena itu, mungkin saja Selama Perang Thailand-Myanmar sampai jatuhnya Kerajaan Ayutthaya, masyarakat Muslim ini memindahkan diri untuk menetap di Thonburi (Bangkok barat). Selain itu, sepanjang periode Thonburi hingga periode Rattanakosin Mungkin ada Muslim keturunan Jawa-Melayu yang bermigrasi dari Kerajaan Pattani untuk tinggal di Thonburi karena dia ditawan dan mengajak mereka untuk membantu berkarya dalam pengabdian kepada bangsa.

“Masjid Jawa” adalah masjid yang didirikan oleh komunitas warga muslim Indonesia di Thailand. Sesuai namanya, pendiri masjid ini adalah warga Indonesia suku Jawa yang bekerja di Thailand. Namun demikian, keturunan dari para pendiri masjid ini sudah tidak bisa Bahasa Indonesia maupiun Bahasa Jawa hanya bisa berbicara dalam Bahasa Thailand saja. Masjid Indonesia dan masjid Jawa hanyalah sebagian dari puluhan masjid lain yang tersebar di seluruh penjuru Bangkok.

Masyarakat Muslim akan ada pemukiman, berkumpul bersama sebagai komunitas dengan adanya pemimpin dan semuanya sesuai dengan pola dan ajaran Islam. ketika pembentukan kelompok atau komunitas atau dikenal dalam bahasa Melayu yaitu “Kampong”, maka umat Islam di setiap masyarakat akan mengorbankan baik kekuatan fisik maupun kekayaan untuk menciptakan pusat komunitas, yaitu “masjid” atau “surau”, dan terkadang kawasan masjid akan terdiri dari bangunan masjid, gedung sekolah, gedung serbaguna dan kuburan untuk penguburan Tetapi beberapa kampung mungkin harus menggunakan bagian dari masjid sebagai tempat belajar. dan menggunakan Kubur dengan kampung lain.

Pemerintah Thailand telah membantu penerjemahan Al-Quran ke dalam Bahasa Thailand, serta membolehkan warga muslim mendirikan masjid dan sekolah muslim seperti pondok pesantren, ma’ahad, madrosah ahliyah dan sebagainya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sejarah Islam di Thailand, sudah ada muslim dari awal mula, seperti Muslim melayu di Pattani dan banyak provinsi di selatan Thailand yang telah menerima Islam sebagai agama yang satunya. Termasuk masyarakat Islam yang datang ke Thailand untuk berdagang di Thailand seperti Persia, Arab, India-Pakistan dan sebagainya. Bisa dikatakan bahwa Thailand merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Buddha. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa Islam berperan penting dalam pembangunan Thailand menjadi "Thailand" sampai hari ini. Meskipun Islam hanya minoritas di Thailand, tidak pernah memiliki masalah hidup berdampingan dengan mayoritas penduduk Buddhis, bahkan setelah ratusan tahun telah berlalu.

Teruntuk para pembaca, Jika anda telah membaca sampai titik ini, Penulis ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada anda semua karena telah meluangkan waktu anda yang berharga. Dan saya sangat berharap anda para pembaca dapat sedikit banyak menambah pengetahuan dan pemahaman tentang Islam di Thailand, terima kasih.

Walid Songsiri (mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhamamdiyah Purwokerto, mahasiswa asal Thailand



2 Komentar

  1. Asifa Khoirunnisa_2106040011
    Muslim sebagai agama minoritas di Thailand memang benar adanya. Menurut berbagai sumber data yang saya baca sebanyak 95% penduduk di Thailand sebagai pemeluk agama Budha aliran Theravada. Sisanya terbagi ke beberapa agama lain seperti Islam, Kristen, dan Hindu.
    Di daerah bagian selatan Thailand ini sebagai salah satu pemukiman Penduduk muslim. Beberapa daerah atau provinsi bagian selatan Thailand yang memeluk agama Islam dapat kita jumpai di berbagai provinsi bagian selatan Thailand ini seperti di provinsi Pattani, Yala, Satun, Songklha, dan Narathwat.
    Namun pada masa sekarang ini muslim sudah mulai berkembang populer di Thailand. Seperti ada beberapa adegan tokoh di drama atau film yang aktornya memerankan tokoh yang beragama muslim.
    Tapi jika kita berkunjung ke Thailand makanan halal disana masih jarang dan bahkan sedikit yang menyediakan makanan halal karena warung warung disana tidak semua bertuliskan halal. Maka dari itu jika kita berlibur di Thailand kita harus benar benar memastikan makanan itu halal. Jadi di Thailand muslim sudah mulai berkembang.

    BalasHapus
  2. Dinda Sebdi Pujanggi_1906010014
    Saya sepakat dengan artikel di atas bahwa benar adanya kalau Thailand adalah salah satu negara dengan Penduduk Muslim Minoritas terbesar di Asean selain Singapura dan Filipina. Pemaparan artikel sudah banyak namun sedikit saran, di artikel dijelaskan juga bagaimana konsidi umat Muslim di Thailand. Misalnya apa kesulitan mereka menjalani hidup sebagai kaum minoritas, apakah mereka mengalami diskriminasi, dan lain sebagainya.
    Hidup sebagai seorang muslim di negeri non muslim bukan hanya soal mencari tempat salat dan makanan halal, namun juga bagaimana tetap bermuamalah dengan lingkungan sekitar. Identitas kita sebagai seorang muslim sangat penting untuk dipertahankan, juga agar kita menjadi contoh yang baik kepada dunia luar, tentang islam dan bagaimana menjadi seorang muslim.

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama