Tidak Akan Ada Usaha yang Sia-Sia

Nama Ahmad Mukodas tempat tanggal lahir Banjarnegara, 26-09-1959 alamat : Jl. Panjaitan No. 55 Rt/w 02/01 desa semarang kec.Banjarnegara kab. Banjarnegara. Dalam kehidupan, tidak selamanya apa yang kita inginkan sejaan dengan rencana kita. Salah satu contoh seorang yang menjadi inpirasi dalam hidup saya adal bapak Mukodas ini. Beliau berasal dari kota yang terkenal dengan “Dawet Ayunya” yaitu kota Banjarnegara.beliau mempunyai 8 orang anak. Yaitu 3 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Beliau bekerja sebagai supir pada salah satu instansi yang bergelut daam bidang minyak tanah. Beliau telah bergabung dengan instansi ini sudah lama, yaitu pada kisaran umur 17 tahun. Pada umur ini beliau masih menjadi bawahan yaitu menjadi kondektur. Seirig berjalannya waktu, beliau menjadi supir yang akan menanggung beban yang sangat berat, entah itu berada dalam amanat instansi dan juga kewajiban untuk menanggung keluarganya, dan beliau juga membangun usaha dirumah untuk berjualan sembako.

Pada kisaran taun 2000. Ibu beliau berwasiat untuk memasukkan cucunya kedalam sebuah pondok pesantren yang berada di jawa timur. Bertambahlah beban beliau dalam keluarga. Pada awalnya beliau beranggapan tidak akan mampu untuk menyanggupi keinginan sang ibu, karena pada tahun ini adalah dua tahun setelah terjadinya inflasi di negara tanah air. Akan tetapi istri beliau selalu menyakinkan bahwa “tidak akan ada usaha yang sia-sia, jika kita mempercayai akan adanya pertolongan Allah”. 

Pada tahun itu pulalah tanpa bisa dipercaya bahwa salah seorang dari putra beliau akan disekolahkan di pondok pesantren di jawa timur. Rizki yang beliau dapat adalah dari rizki yang tidak disangka-sangka kehadiranya. Beliau menyampingi usahanya dirumah yang menjual barang sembako dengan masih menyupir. Karena beliau juga bertekad akan memasukkan kedua putranya yang lain ke pondok yang sama seperti putranya yang pertama.

Keyakinan beliau membuahkan hasil, karena bukan hanya anaknya yang putra sajalah yang bisa beliau sekolahkan pada pondok pesantren akan tetapi putri beliau walaupun tidak kelima-limanya, dua orang diantara mereka beliau sekolahkan juga di pondok pesantren. Dalam kenyataanya kalau saya sebagai penulis melihat keadaan beliau, tidaklah akan cukup beliau menyukupi kebutuhan keluarga disamping dengan menyekolahkan anaknya kedalam pondok pesantren.

Beliau berkata bahwa “ jika keyakinan kita telah kuat, maka akan membakar kekuatan tersembunyi yang masih terpendam dalam diri kita yang jauh didalam sana. Dan jangan kita melupakan atas hasil segala sesuatu yang telah kita lakukan adalah milik orang lain yang harus kita bantu. Serta bahwa keberhasilan yang kita dapat adalah dari hubungan baik kita kepada Sang Pemberi rizki”.

Inilah seseorang yang menginspirasikan saya untuk selalu berjuang dan yakin akan adanya janji Allah. Serta karena “tidak akan ada usaha yang sia-sia”

Penulis : M Abdul Aziz





Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama