Perspektif Masyarakat terhadap Muhammadiyah

Tidak banyak orang yang mengetahui tentang organisasi Muhammadiyah, sebagian orang menganggap itu adalah ajaran sesat dari zaman K.H. Ahmed Daran masih hidup. Pada tanggal 23 Februari 1923, KH Ahmed Dalan wafat, namun Muhammadiyah tetap bertahan hingga saat ini. Yang tidak saya mengerti adalah mengapa masih ada yang tidak menyukai Muhammadiyah. Banyak orang yang beranggapan bahwa Muhammadiyah berbeda dengan ajaran lain, Muhammadiyah adalah ajaran yang aneh, tidak menghargai orang-orang di sekitarnya, atau biasa disebut munafik.

Muhammadiyah bukanlah sebuah agama tetapi sebuah organisasi yang tidak pernah memaksa siapapun untuk mengikuti pemahamannya tentang Quran dan Sunnah. Muhammadiyah adalah organisasi koperasi yang tidak pernah mencari kemenangan sendiri. Muhammadiyah adalah organisasi yang sangat simpatik kepada golongan bawah seperti organisasi KH Ahmad Dahlan yang membantu fakir miskin dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dll. Jadi mengapa orang  masih tidak menyukai Muhammadiyah? Di mana kejahatan organisasi ini?

Menurut khittahnya, Muhammadiyah sebagai organisasi telah memilih dan memposisikan diri sebagai gerakan Islam amar-ma'ruf nahi munkar di tengah masyarakat,  yang tujuan utamanya adalah membangun keluarga dan masyarakat sejahtera sesuai dengan Dakwah Jamaah Selain itu, Muhammadiyah menyelenggarakan amal sesuai Pasal 4 UUD dan selalu berupaya meningkatkan kualitasnya.

Menyelenggarakan amal adalah bagian dari upaya Muhammadiyah untuk mewujudkan iman dan cita-cita hidupnya berdasarkan ajaran Islam dan upayanya untuk mewujudkan masyarakat yang primer, adil dan makmur yang diridhoi oleh Allah SWT Muhammadiyah sebagai organisasi sosial keagamaan (ormas) mengemban misi dakwah amr ma'ruf nahi munkar, senantiasa berperan aktif dan konstruktif dalam upaya pembangunan dan pembaharuan bangsa sesuai dengan khittahnya, serta melakukan tidak membuat konfrontasi Situasi kritis yang negara dan negara sedang lalui, tidak tinggal diam.

Masih banyak hal lain yang menunjukkan bahwa umat Islam Indonesia adalah Muhammadiyah Jadi tidak perlu khawatir dan minder menjadi Muhammadiyah Karena ajaran Muhammadiyah sebenarnya ada di dalam darah seluruh umat Islam di Indonesia, disadari atau tidak Bayangkan Indonesia dan Muslim tanpa Muhammadiyah Mungkin transisi untuk menerima modernitas akan lebih lama dan lebih sulit. Kita bersyukur Muhammadiyah menjadi salah satu katalisator pembangunan bangsa Satu-satunya yang tersisa adalah Muhammadiyah tidak bisa dihentikan. Jangan terbawa oleh roman sejarah Mari lanjutkan gerakan Muhammadiyah di abad kedua.

Misalnya, persepsi warga Muhammadiyah terhadap “ideologi” Muhammadiyah dalam berbagai peristiwa Iftitah atau lainnya sebelum acara inti sampai Muhammadiyah sebagai gerakan Amar ma'ruf Nahi munkar mungkin lebih dikenal di masyarakat pada umumnya, tidak hanya pada golongan yang tidak mau tahlilan, tidak mengadakan pemakaman jenazah, atau tidak membacakan doa Qunut pada waktu shalat subuh.

Muhammadiyah sebagai bingkai gerakan dan dakwah Islam membangun cita-cita perjuangan sebagai potret ideal kehidupan dunia. Cita-cita perjuangan Muhammadiyah, menurut tujuan anggaran dasar Muhammadiyah, adalah “memelihara dan mendukung agama Islam sampai terwujud masyarakat Islam yang sejati”. Masyarakat Islam yang sejati adalah cita-cita luhur perjuangan Muhammadiyah. Dr. Muhammad Ahmad Khalafullah menjelaskan bahwa masyarakat Islam adalah masyarakat yang seimbang, tidak ada kemiskinan dan kekayaan yang ekstrim, dan tidak ada kebebasan dan kekuasaan yang ekstrim. 

Namun Islam yang bekerja dalam masyarakat muslim secara umum, termasuk masyarakat di dalamnya, adalah Islam yang menurut Kyai Dahlan tidak hanya tumbuh dengan budaya Jawa, tetapi lebih dari itu, Islam yang tumbuh melalui budaya Jawa. hegemoni. terbatas. Kehadiran Muhammadiyah merupakan bentuk perlawanan terhadap praktik Islam yang dianggap salah. Setidaknya ada dua hal yang dapat menjelaskan kehidupan umat Islam saat itu: Pertama, Islam dipahami sebagai agama ritual yang menawarkan keselamatan di akhirat. Namun ajaran Islam yang dipraktikkan masyarakat tidak menyentuh persoalan-persoalan sosial yang berkembang. Muhammadiyah tidak hanya berusaha membentuk kehidupan Islam menurut fikih agama, Nahwu Shorofi dan banyak perangkat lainnya, tetapi juga terlibat dengan isu-isu sekuler yang lebih luas untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang berdaya dan lebih maju. Umat ​​Islam tidak bisa begitu saja menerima keadaan dimana mereka kelas bawah, miskin dan bodoh, selalu dimanipulasi dan ditipu, ditindas dan dijajah, selalu menentang segala sesuatu yang berasal dari non-Muslim (kafir), dan selalu sangat percaya diri dengan tradisi mereka. Cita-cita Muhammadiyah adalah umat Islam yang cerdas dan berorientasi ke masa depan serta memiliki tanggung jawab untuk memimpin peradaban ini, menjadikannya sebagai umat yang tauhid dan hidup adil dan sejahtera serta penuh dengan kebaikan dan mendapat ridho dari Tuhan. 

Penulis : Adilah Al Istiqomah (mahasiswa Prodi Sastra Inggris Universitas Muhammadiyah Purwokerto)



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama